CEO Instagram, Kevin Systrom

Ketika kita menyebut Kevin Systrom di otak kita akan bertanya-tanya siapa dia. Namun ketika kita menyebut Instagram, fikiran kita akan jauh mengarah pada aplikasi berbagi foto dan video yang sangat populer saat ini. Ya, Kevin Systrom adalah Pendiri sekaligus CEO Instagram, aplikasi berbagi foto dan video online yang sudah tersedia untuk platform Android maupun iOS.

Kevin Systrom lahir pada 30 Desember 1983 di Holliston, Massachusetts, Amerika Serikat. Ibunya Diane merupakan seorang eksekutif pemasaran di perusahaan jasa sewa mobil Zipcar, sedangkan ayahnya Douglas merupakan Wakil Presiden perusahaan industri ritel di Amerika Serikat, TJX.

Ia mulai kenal dengan dunia pemrograman komputer semasa sekolah di Middlesex School. Semasa itu, Kevin pernah berulah bersama teman-temanya dengan mengusili akun AOL Instan Messenger mereka.  Kecintaannya pada dunia teknologi ia peroleh dari ibunya yang lebih dulu masuk dalam dunia teknologi.

Semasa kuliah di Stanford University, awalnya Kevin mengambil jurusan Ilmu Komputer. Tetapi, kemudian ia pindah ke jurusan Ilmu Manajemen dan Teknik yang lebih akademis dan lebih fokus pada mata pelajaran keuangan dan ekonomi.

Kemudian ia terpilih sebagai salah satu dari dua belas siswa yang mengikuti Program Mayfield Fellows yang sangat bergengsi di Stanford University, dan dari sinilah ia pertama kali merasakan bagaimana dunia startup.

Dalam program itu, Kevin bersama temanya akhirnya magang selama 4 bulan di Odeo pada tahun 2005. Odeo kala itu merupakan sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh Evan Williams. Disana Kevin magang pada bagian Teknis dan Bisnis.

Mark Zuckerberg Yang Kepincut, Tapi Akhirnya Bekerja untuk Google

Sebelum ia magang di Odeo, CEO Facebook Mark Zuckerberg sebenarnya sudah kepincut dengan keahlian Kevin. Mark bahkan sempat menawarkan pekerjaan kepada Kevin pada tahun 2004, namun Kevin menolak karena ingin menyelesaikan studinya terlebih dahulu.

Setahun usai magang di Odeo atau setelah lulus dari Stanford University pada tahun 2006, Kevin bergabung dengan Google selama tiga tahun. Disana ia mulai bekerja sebagai Manajer Pemasaran Produk seperti Gmail, Google Calender, Docs, Spreadsheets dan lainya.

Pindah ke Nextstop.com dan Mendirikan Burbn

Usai dari Google, tepatnya pada tahun 2009 ia bergabung dengan perusahaan rintisan Nextstop.com sebagai Manajer Produk. Nextstop.com merupakan perusahaan yang menawarkan rekomendasi perjalanan yang didirikan oleh mantan pegawai Google.

Disini Kevin memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang, ia lebih banyak menuliskan kode program dan membuat aplikasi. Kevin sempat membuat sebuah aplikasi perpaduan Foursquare dan Flickr yang memungkinkan pengguna berbagi foto dengan basis lokasi.

Kevin memberikan nama aplikasi buatannya Burbn. Prototipe Burbn ia presentasikan pada Baseline Venture dan Andreesen Horowizt pada Januari 2010. Melihat potensi Burbn bisa menjadi perusahaan rintisan sangat besar, Kevin memberanikan diri untuk keluar dari Nextstop.com.

Ia sangat beruntung, dua minggu usai berhenti dari pekerjaanya, ia menerima kucuran dana $ 500.000 dari Baseline Ventures dan Andreessen Horowitz untuk mengembangkan Burbn. Sadar ia tak mugkin bisa sendirian membangun perusahaanya, Kevin menggandeng temanya Mike Krieger.

Burbn memungkinkan penggunanya untuk melakukan berbagai hal seperti check in ke lokasi, membuat rencana perjalanan, posting gambar, mendapatkan poin untuk bergaul besama teman dan masih banyak fitur lainya.

Menyederhanakan Layanan Burbn dan Lahirlah Instagram

Semakin hari perkembangan Burbn semakin mirip dengan Foursquare, Kevin kemudian berfikir untuk menyederkanakan layanan Burbn yang terlalu banyak dan terpilihlah layanan berbagi foto.

Bersama temanya Kevin merombak total Burbn dan menyesuaikan aplikasi hanya untuk pengguna iPhone pada awalnya. Karena pada saat itu iPhone 4 baru saja diluncurkan dipasaran dan memiliki fitur kamera berkualitas tinggi.

Ide itu mereka kerjakan dengan sungguh-sungguh selama delapan minggu, mulai dari pengerjaan kode hingga perbaikan desain aplikasi. Kemudian dari pengembangan Burbn terciptalah Instagram. Nama tersebut diambil dari kata instan dan telegram.

Hanya dalam waktu dua jam sejak diluncurkan, server Instagram down. Karena takut gagal Kevin dan Mike bekerja seperti orang gila sepanjang malam untuk memastikan server Instagram tetap online dan berjalan.

Dalam waktu 24 jam sejak diluncurkan, tercatat pengguna Instagram sudah mencapai 25.000 orang. Orang-orang menyukai aplikasi Instagram karena memungkinkan mereka untuk membuat foto unik tanpa harus memberikan informasi pribadi kepada teman.

Tercatat sembilan bulan setelah rilis Instagram telah memiliki 7 juta pengguna aktif dan memecahkan rekor. Pada bulan September 2011 Instagram merilis versi 2.0 yang memungkinkan pengguna mengunggah foto dengan resolusi tinggi, fitur filter dan ikon baru.

Pada tahun 2012, Instagram resmi diluncurkan untuk platform Android. Hanya dalam waktu satu hari setelah rilis untuk platform Android, Instagram telah diunduh lebih dari satu juta orang di Google Play Store.

Menolak Twitter dan Menerima Pinangan Facebook

Perkembanganya yang sangat cepat membuat Instagram dilirik banyak perusahaan teknologi termasuk Twitter dan Facebok. CEO Facebook Mark Zuckerberg menyadari bahwa aplikasi Instagram telah meningkat pesat dan banyak penggunan yang meninggalkan Facebook dan berpindah ke Instagram

Meski begitu, Twitter melalui CEO Jack Dorsey dan CFO Ali Rowghani lebih dulu menawar Instagram senilai $ 500 juta dan menawarkan Kevin sejumlah dana besar dari Sequoia Capital. Karena Kevin lebih dekat dengan Mark Zuckerberg, Instagram beserta 13 pegawainya akhirnya diakuisisi oleh Facebook dengan nilai $1 miliar pada April 2012.

Sejak diakuisisi oleh Facebook, Instagram terus menambahkan berbagai fitur baru serta desain aplikasinya. Pada tahun 2013, Instagram mulai menambahkan fitur iklan dalam bentuk foto maupun video yang memungkinkan perusahaan besar beriklan.

Hingga saat ini, Instagram telah memiliki ratusan juta pengguna dan pengguna dapat menikmati fitur berbagai cerita keseharian dan live di Instagram. Bahkan, Instagram saat ini telah menjadi salah satu media beriklan para pemilik usaha kecil maupun besar. Banyak pula artis-artis Indonesia yang memiliki akun Instagram dengan jutaan followers.

Komentar Disini!