Jack Ma, CEO Alibaba.com

Jack Ma merupakan orang terkaya di China pada tahun 2014 dan menempati posisi ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi versi majalah Forbes. Pada tahun 2014, e-commerce miliknya bernama Alibaba berhasil dinobatkan sebagai e-commerce tersukses dengan keuntungan IPO mencapai Rp 289,9 triliun.

Sebelum sukses mendirikan perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma hanya seorang guru bahasa inggris. Sebelum menjadi guru, Jack Ma sudah puluhan kali ditolak oleh beberapa perusahaan salah satunya gagal menjadi karyawan KFC.

Meskipun mengalami kehidupan yang pahit, kisah Jack Ma dapat menginspirasi kamu untuk meraih kesuksesan dalam berbisnis. Berikut ini adalah kisah Jack Ma yang bisa kamu jadikan inspirasi dan motivasi.

1. Hidup Pahit dan Banyak Masalah di Hangzhou

Ma Yun atau yang lebih dikenal Jack Ma lahir di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada tanggal 15 oktober 1964. Jack Ma tumbuh di lingkungan penduduk yang sederhana dengan latar belakang keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou pada 1980-an. Saat itu, China dalam masa revolusi dan baru membuka diri terhadap bangsa barat. Semasa hidupnya, Jack Ma harus berhadapan dengan berbagai masalah.

Jack Ma harus berkali-kali tes saat masuk sekolah SD sampai SMA karena kemampuannya secara akademis kurang. Usai SMA, ia juga pernah gagal masuk universitas ternama, Jack Ma kuliah setara program D-3 di Sastra Inggris Hangzhou Normal University dan lulus tahun 1988. Hangzhou Normal University merupakan universitas berkualitas kelas tiga atau empat secara nasional di China.

Selesai menempuh pendidikan, Jack Ma mencoba melamar pekerjaan menjadi karyawan di cabang KFC di Hangzhou. Tragisnya, dari 24 pelamar, hanya Jack Ma yang gagal. Kegagalan juga masih mengikuti Jack Ma saat mendaftar polisi. Akhirnya Jack Ma mencoba menggunakan bakat dan kemampuan bahasa Inggrisnya untuk membuka kursus dan mengajar di Hangzhou.

2. Suka Duka Jack Ma Mendirikan Alibaba.com

Jack Ma membangun situs Alibaba bersama temannya pada tahun 1999 dengan tujuan untuk mempertemukan pembeli dengan penjual produk di seluruh dunia. Masa-masa awal Alibaba pernah ditolak oleh sekitar 30 pemodal ventura, bahkan tidak menghasilkan uang selama 3 tahun. CEO SoftBank Masayoshi Son akhirnya menjadi satu-satunya investor dan menjadi investor utama Alibaba.

Meskipun sudah berkembang dan mempunyai investor, bukan berarti Alibaba terbebas dari krisis. Ketika mulai berkembang era industri dotcom, Jack Ma terpaksa memberhentikan sejumlah pegawainya di seluruh dunia.

Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Jack Ma, Alibaba berkembang sangat kokoh hingga sekarang. Berdasarkan data Rice University, terdapat 800 juta transaksi di seluruh dunia per hari melalui Alibaba.

Alibaba juga menginvestasikan lebih dari US$15 miliar selama tiga tahun ke depan untuk penelitian dan pengembangan teknologi jangka panjang.

3. Menjadi Milyarder di China

Dilansir dari Majalah Forbes, pada tahun 2017 total nilai bersih kekayaan Jack Ma naik sepertiga menjadi US$ 38,6 miliar. Meskipun turun menjadi orang terkaya ketiga di China, Jack Ma tetap menjadi milyarder dunia.

Sebelumnya pada tahun 2014, Jack Ma menjadi orang terkaya di China dan e-commerce Alibaba berhasil dinobatkan sebagai e-commerce tersukses dengan keuntungan IPO mencapai Rp 289,9 triliun.

4. Crazy Jack, Kunci Sukses Jack Ma

Jack Ma dijuluki `Crazy Jack` oleh beberapa pengusaha karena ide-ide bisnis super gila dan fantastis yang dilontarkannya. Tak ada satupun yang yakin, Jack Ma dapat mewujudkan seluruh ide bisnisnya tersebut. Jack Ma lebih menyukai membahas bagaimana Alibaba dapat menciptakan lapangan kerja, membantu banyak konsumen, dan melayani masyarakat dibandingkan berbicara soal kehebatan perusahaan. Crazy Jack menjadi salah satu hal yang bisa menjadi pelajaran bagi kamu untuk lebih berani untuk bermimpi meskipun gila dan tidak mungkin.

Komentar Disini!