Banyak Konten Negatif, Cisco Resmi Tarik Iklan dari Youtube

Selain menjadi media hiburan sehari-hari dan sarana berbagi video bagi penggunanya, YouTube juga menjalankan sistem periklanan didalamnya yang kita kenal dengan Google Adsense. Banyaknya konten video dengan jumlah viewer mencapai ratusan juta setiap harinya menjadi daya tarik banyak perusahaan untuk memasang iklan. Biaya memasang iklan di YouTube juga terbilang sangat terjangkau dibandingkan dengan media lain seperti televisi.

Untuk keamanan, YouTube sudah melakukan berbagai cara dan menerapkan beberapa peraturan yang sangat ketat bagi pengiklan maupun publishernya. Dari membatasi monetasi hingga aturan pencekalan yang sangat ketat. Video yang dibagikan juga harus memenuhi kriteria sesuai kebijakan, jika melanggar siap-siap saja video yang kamu upload hangus tanpa tersisa.

Meskipun begitu, ternyata banyak video-video konspirasi dan berita palsu yang masih bisa ditemukan di beberapa channel youtube. Salah satu contoh kasusnya ketika terjadi aksi penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas pada Februari 2018, YouTube dikritik karena adanya video penyebar hoax yang menyebut korban selamat sebagai aktor semata. Belum optimalnya aturan pencekalan dan kurang konsisten dalam penegakan video menjadi pekerjaan rumah terberat bagi YouTube saat ini.

Cisco Resmi Tarik Iklan dari Youtube

Banyak Konten Negatif, Cisco Resmi Tarik Iklan dari Youtube

Konten negatif yang cukup banyak di YouTube membuat para perusahaan waswas menaruh iklannya di platform ini salah satunya perusahaan Cisco. Dikutip dari laman Reuters, perusahaan elektronik Cisco memutuskan untuk menarik iklannya dari YouTube karena khawatir iklan mereka tanpa sengaja tayang di video-video berisi konten penebar kebencian dan tanpa sadar turut membiayai kanal-kanal berbahaya tersebut.

Munculnya laporan lebih dari 300 iklan YouTube tayang di video-video bernuansa ekstremis menjadi alasan kuat Cisco memutuskan untuk menarik iklan dari YouTube. Sampai saat ini Cisco masih menolak untuk berkomentar lebih jauh, namun mereka berencana tetap memakai YouTube untuk membagikan video.

Mengetahui kabar tersebut, juru bicara Google memberikan klarifikasi jika sistem monetasi YouTube sudah berubah signifikan melalui kebijakan yang lebih ketat, kontrol yang lebih baik, dan transparasi. Google ingin terus membuka dialog dengan pengiklan, di bulan lalu saja YouTube mengaku sudah menghapus setidaknya lima juta video yang kontennya melanggar peraturan mereka.

Komentar Disini!